Mengkaji Warisan Intelektual Timur Tengah dan Penguatan Kerja Sama Akademik Prodi HKI

As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari di STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari menjadi catatan bersejarah sekaligus bukti nyata bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peran penting dalam membangun jejaring keilmuan internasional.

 

Mojosari, 8 Januari 2025 – STAI KH. Zainuddin Pondok Pesantren Mojosari mendapat kehormatan dengan kehadiran ulama dan cendekiawan terkemuka asal Mesir, As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari, yang merupakan Wakil Menteri Wakaf Mesir sekaligus Imam dan Khatib Masjid Sayyidina Imam Husein, Kairo. Dalam rangkaian kunjungan dan perjalanan ilmiahnya di Indonesia, beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari dan memberikan kuliah umum dalam kegiatan Seminar Internasional yang mengangkat tema “Warisan Intelektual Para Cendekiawan Timur Tengah serta Relevansinya bagi Hukum Islam, Ekonomi, Pendidikan, dan Tasawuf di Era Kontemporer.”

Seminar internasional ini diikuti oleh seluruh mahasiswa STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari, khususnya mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), serta dihadiri oleh para dosen dan civitas akademika. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat tradisi akademik sekaligus membuka wawasan mahasiswa terhadap perkembangan pemikiran Islam di tingkat global.

Dalam pemaparannya, As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari menjelaskan bahwa warisan intelektual para ulama Timur Tengah telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan hukum Islam, pendidikan, ekonomi syariah, dan tasawuf. Pemikiran para ulama klasik maupun kontemporer tidak hanya menjadi bagian dari sejarah peradaban Islam, tetapi juga memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat modern.

Salah satu topik yang mendapat perhatian khusus dalam seminar ini adalah kajian tasawuf sebagai bagian integral dari peradaban Islam. Berbagai aspek tasawuf dibahas secara mendalam, mulai dari dimensi filosofis, teologis, psikologis, hingga peran sosialnya dalam kehidupan masyarakat. Para peserta diajak untuk memahami bahwa tasawuf tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, memperkuat moralitas, serta membangun kehidupan yang harmonis dan berkeadaban.

Di tengah tantangan globalisasi, modernisasi, dan berbagai krisis moral yang dihadapi masyarakat modern, nilai-nilai tasawuf dipandang memiliki relevansi yang semakin penting. Ajaran tentang cinta kasih, toleransi, perdamaian, keadilan, dan keseimbangan hidup menjadi fondasi yang dapat memperkuat kehidupan manusia baik secara individual maupun sosial. Melalui seminar ini, para peserta memperoleh pemahaman bahwa spiritualitas Islam dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya perubahan sosial yang positif dan pembangunan peradaban yang lebih berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Selain menjadi forum ilmiah untuk bertukar gagasan dan pengalaman, seminar internasional ini juga menjadi sarana penguatan jaringan akademik antara STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari dengan para akademisi dan institusi pendidikan Islam internasional. Pada kesempatan tersebut, As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari menyampaikan dukungan dan komitmennya terhadap pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, khususnya pada Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI).

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan tersebut, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari menjalin kerja sama dalam bidang pengajaran dan pembelajaran. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kualitas akademik, memperluas wawasan keilmuan mahasiswa, serta membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas di masa mendatang. Kehadiran tokoh sekaliber As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan tradisi keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam moderat dan berorientasi pada kemajuan peradaban.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, serta mampu bersaing di tingkat global. Melalui seminar internasional ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan akademik yang luas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan ulama dan akademisi dunia yang memiliki otoritas keilmuan tinggi.

Kehadiran As-Syaikh Prof. Dr. As-Said Muhammad Ali Al-Azhari di STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari menjadi catatan bersejarah sekaligus bukti nyata bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peran penting dalam membangun jejaring keilmuan internasional. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan guna memperkuat posisi STAI KH. Zainuddin Ponpes Mojosari sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan tetap berakar pada khazanah keilmuan para ulama.